Minggu, 18 Desember 2016

Menjadi Pengangguran

16 Desember 2016 resmi menjadi hari bersejarah dalam hidupku. Aku akhirnya berani mengambil langkah untuk resign dari kerjaanku. 14 bulan sudah aku bekerja menjadi calon aktuaris muda di salah satu perusahaan asuransi di Jakarta, PT. BNI Life Insurance. Di tulisan pertama ini, aku akan menceritakan bagaimana awal mula aku bisa bekerja di BNI Life hingga akhirnya aku memutuskan untuk resign.

Lulus Statistika IPB (Institut Pertanian Bogor)

Juni 2015 aku resmi menjadi sarjana statistika lulusan IPB. Karena tidak mau lama-lama menganggur, pada Juni 2015 aku akhirnya diterima sebagai pegawai kontrak lepas di Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Namun, karena merasa kurang nyaman dengan kerjaannya, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Hingga akhirnya ada lowongan kerja menjadi staf Actuarial Pricing di BNI Life Insurance dari kakak tingkat saat kuliah. 



Awal Bekerja di BNI Life Insurance

Singkat cerita, Alhamdulillah aku berjodoh di kantor baru ini dan mulai bekerja Oktober 2015. Bekerja dengan gaji yang lumayan pasti menjadi idaman setiap orang, apalagi fresh graduate sepertiku yang belum memiliki pengalaman kerja. Gajiku disini terbilang sangat lumayan untuk fresh graduate, lingkungan kerjanya pun sangat menyenangkan karena rekan kerja yang kebanyakan masih muda. Intinya, aku sangat betah dan nyaman bekerja disini.

Sumber: www.bni-life.co.id

Dinikahi 'Pacar 6 Tahunku'

Di awal bekerja, aku dan pacar yang udah pacaran sangat lama yaitu 6 tahun akhirnya punya keinginan untuk menikah. 24 Desember 2015 aku tunangan sekaligus pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan. Setelah beberapa kali aku mengubah-ubah tanggal pernikahan, akhirnya 28 Februari dipilih menjadi tanggal akad nikah sekaligus pesta di kampung halaman, Pamarican - Ciamis - Jawa Barat. Karena kantor pacarku di Bandung, kantorku di Jakarta, teman-teman kuliahku di Bogor dan Jabodetabek, aku dan pacar sepakat untuk membuat pesta kecil-kecilan di Bandung 2 minggu setelah pesta di kampung. Setelah menikah, aku dan suami harus tinggal berjauhan dan ketemu satu minggu sekali. Hikss -___-

  

Hamil Muda

Setelah 4 bulan menikah, aku dinyatakan positif hamil (yeeeee mau dapet baby). Di awal-awal kehamilan, aku sering banget nangis-nangis gajelas di kantor, mungkin karena hormon ibu hamil yang bikin aku sensitif. Apalagi saat hamil, aku harus hidup sendiri di kost-an dan berjauhan dari suami. Di awal kehamilan, aku dan suami sepakat untuk mengajak ibuku tinggal di Jakarta saat kehamilanku mulai besar, yaa sekitar 8 bulanan lah menjelang aku melahirkan. Tidak ada sama sekali niatan untuk resign karena memang aku merasa masih kuat dan sayang kalau harus berhenti bekerja. Suami dan orang tua pun mendukung setiap keputusan yang aku buat.

Kegalauan Melanda Bumil

Entah apa dan bagaimana awal mulanya muncul rasa gundah gulana pada 'Si Bumil' ini. Mungkin karena perutnya yang mulai buncit, badan yang mulai sering sakit-sakitan, dan dede bayi di perut yang mulai sering kangen sama papanya, yang akhirnya membuatku sering berpikir 'Apa resign aja ya?', 'Kayaknya enak malem-malem ada yang mijitin, bikinin susu, elus-elus perut', duuuuuh tiap malem galau deh pokoknya. Kemudian karena gundah gulana ini, aku dan suami sepakat merubah ide awal untuk mengajak ibuku tinggal di Jakarta dengan aku aja yang ikut tinggal di Bandung bareng suami.

Keputusanku untuk Resign

Sumpah, aku betah banget di kantor ini. Terutama teman-teman kerja yang bikin aku ga rela kalau harus meninggalkan mereka. Tapi apa daya, aku yakin keputusan ini menjadi pilihan terbaik, apalagi dengan restu dari orang tua, aku yakin akan semua akan berjalan lebih baik setelah ini. Yeeee sekarang aku udah jadi pengangguran. Bangganya aku bisa mengambil keputusan ini, keputusan yang sama sekali tidak aku bayangkan awalnya. Bangga karena pilihan ini sepenuhnya aku yang mau, bukan karena ikut campur siapapun, termasuk suami yang memang dari awal lebih memilih untuk tinggal bersama setelah menikah. Semoga Allah meridhoi pilihanku ini, semoga aku siap dan kuat untuk menjalani hari-hari setelah ini. Kedepannya, aku pun belum tahu apakah mau menjadi Ibu Rumah Tangga saja, berbisnis, melanjutkan studi S2, atau mungkin bekerja di kantoran lagi. Kita lihat saja nanti, sekarang aku mau menikmati dulu masa-masa kehamilan dengan bersantai-santai di rumah ☺

Ulang Tahun BNI Life

Tidak ada komentar:

Posting Komentar